Sabtu, 24 Januari 2009

Wirid setelah solat fardhu

Suatu hari ketika selesai solat fardu berjamaah disebuah masjid di tempatku tinggal sekarang secara tidak sengaja perhatian tertuju pada bacaan imam yang tidak sama dengan yang selama ini aku kenal di tempat asalku begitu pula sebelum takbiratul ihram mereka berdiri sambil mengangkat kedua tangan mereka berdoa sejenak dan mengatur sof, dan imam bertakbir yang diikuti makmum.

Dari sini mulai timbul renungan untuk melihat dari sisi asal muasal wirid setelah solat fardu lima waktu, adakah ajaran rosulullah saw juga pengikut setelahnya para sahabat,tabiin dan para ulama setelah mereka, bagaimana mereka berijtihat? dan bolehkah?

Hukum berdzikir setelah solat fardu;

Imam al- Nawawi dalam kitabnya al-Adzkar mengatakan; para ulama telah ijma’ bahwa berdzikir setelah solat hukum nya sunnah

Namun dalam berdoa setelah solat fardhu, ulama ada perbedaan pendapat; Ahmad ibn ghunaim al-Nafrawi (w.1125 H.) seorang ulama’ al Malikiyah dalam kitabnya al Fawakih al-Dawani (vol 1,h.214) mengatakan bahwa hal itu bid’ah tidak ada dasarnya baik dari nabi ataupun salafus solih yang mengerjakannya,dan al-Qurafi mengatakan bahwa Imam Malik dan sekelompok ulama’ berpendapat bahwa doa yang dipanjatkan oleh imam dengan keras di hadapan para jamaah adalah dimakruhkan karena seolah imam sebagai perantara antara mereka dengan Tuhan, dalam mendapatkan segala hajat mereka.tetapi Ibn Naji dari ulama’ malikyah sendiri mengatakan bahwa hal itu boleh saja,berdasar pada firman Allah: ادعوني أستجب لكم
Mintalah kamu sekalian padaKu pasti akan Aku kabulkan

Dan doa adalah ibadah tersendiri , biasanya seorang imam yang berdoa dengan segala ketawadu’annya ia tidak menganggap bahwa dirinya adalah perantara mereka,tidak semua bid’ah sesat,seperti ini adalah bid’ah hasanah, dengan berkumpulnya mereka bisa menyebabkan semangat dalam berdoa,dan dalam ritual solat istisqo’ adalah bukti yang kuat akan kebenaran hal tersebut.

Imam Tirmidzi meriwayatkan:

عن أبي أمامة رضي الله عنه قال : قيل لرسول الله صلى الله عليه وسلم : أي الدعاء أسمع ؟ قال : " جوف الليل الآخر ، ودبر الصلوات المكتوبات ".
Dari Abi umamah ra.berkata Rosulullah saw. Ditanya:doa mana yang paling didengar? Beliau bersabda: “ (doa) dalam malam yang terakhir, dan setelah solat fardu.

Imam al-Syafii dalam al- Um meriwayatkan:
عن مَكْحُولٍ عن النبي صلى اللَّهُ عليه وسلم قال اُطْلُبُوا إجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ وَنُزُولِ الْغَيْثِ

Dari makhul dari Nabi saw bahwa Beliau bersabda: raihlah terkabulnya doa ketika bala tentara saling berhadapan dalam peperangan dan saat mendirikan solat dan tatkala turunnya hujan.

Dibawah ini adalah hadis-hadis,serta komentar-komentar yang menerangkan bacaan dan gerakan setelah solat.

Mengusap wajah setelah salam:

Ibnu sunni meriwayatkan :
عن أنس رضي الله عنه كان رسول الله  إذا قضى صلاته مسح وجهه بيده اليمنى ثم قال أشهد أن لا إله إلا هو الرحمن الرحيم اللهم أذهب عني الهم والحزن

Dari Anas ra. Rasulullah saw setelah solat mengusap wajah beliau dengan tangan kanan kemudian bersabda : saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah yang Maha Rohman lagi Rohim ya Allah hilangkanlah dariku kegalauan dan kesusahan.

Kemana Imam memalingkan wajahnya:

Al Bukhori ( al jami’ al sohih, hadis 809) meriwayatkan :

عن سمرة بن جندب قال كان النبي  إذا صلى صلاة أقبل علينا بوجهه

Dari samuroh ibn jundub berkata: Rosulullah saw ketika selesai solat menghadapkan wajah beliau pada kita.

Menurut Ibnu hajar al asqollani dalam fathul bari (vol 2;h 332 ) : Dari hadis diatas dapat diketahui bahwa rasulullah saw selalu mengerjakan hal tersebut bertujuan untuk menyampaikan nasehat-nasehat beliau yang harus beliau sampaikan atau yang dibutuhkan para sahabat,dan juga agar para makmum yang baru masuk mengetahui bahwa solat telah selesai kalau masih menhadap qiblat nanti dikira masih tasyahhud , al- zen ibnu al- munayyir mengatakan : seorang imam berhak membelakangi makmum disebabkan karena ketika solat posisinya sebagai imam,maka setelah solat dikerjakan sebab tersebut hilang dan posisinya pun sama dengan makmum, maka dengan ia menghadap makmum seusai solat hal tersebut dapat menghilangkan rasa sombong dan perasaan bahwa ia lebih mulya dari para makmum.
Lafadz – كان – dalam hadis ini, menurut Imam Nawawi tidak menunjukkan arti- selalu- tapi berarti -pernah suatu saat (Al syaukani, Nail al- Author vol 3 h.353 ) .terbukti dengan hadis yang diriwayatkan Imam muslim dan Imam Abu dawud:

عن البراء بن عازب قال : ( كنا إذا صلينا خلف رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم أحببنا أن نكون عن يمينه فيقبل علينا بوجهه )
Dari Baro’ ibn ‘Azib berkata:
Kita ketika solat di belakang Rosululloh, senang di sebelah kanannya sebab beliau bisa menghadap kita dengan wajahnya.

Menurut Al syaukani ( Nail author vol 3 h.353 ) : hadis ini menunjukkan bahwa setelah solat beliau menghadap sebelah kanan, berarti dari kedua hadis diatas dapat disimpulkan bahwa beliau setelah solat terkadang menghadap langsung kemakmum dan terkadang menghadap ke sebelah kanan.
Makanya Abdullah Bafadlol ulama’dari Syafiiyah,dalam al- Muqoddimah al- hadlromiyah (h.73) berpendapat bagi imam setelah solat disunnatkan menghadap ke makmum, mihrab sebelah kirinya (makmum sebelah kanannya,baik ketika membaca dzikir maupun berdoa meskipun di masjid Nabawi –Ibn Hajar al-Haitami ,al-Manhaj al-Qowim,vol.1,h.219. ).lain halnya dengan Muhamad ‘ulaisy dari ulama malikiyah dalam minahul jalil ( vol.1,h.366) yang berpendapat bahwa imam disunnatkan menghadap kanan atau kiri dan justru makruh membelakangi qiblat.

Kapan imam menghadap makmum ?

Dari kedua hadis di atas sekilas menunjukkan bahwa beliau setelah solat langsung menghadap kemakmum , namun ada beberapa hadis yang mengindikasikan bahwa beliau tidak langsung menghadap,seperti hadis yamg diriwayatkan Imam muslim dalam kitabnya al –Jami’ al-Sohih (hadis:1363 ) :

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا سَلَّمَ لَمْ يَقْعُدْ إِلاَّ مِقْدَارَ مَا يَقُولُ

Dari Aisyah berkata: bahwa nabi saw.ketika setelah salam tidak terus duduk kecuali hanya cukup untuk baca:
« اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ »
Ya Allah engkau dzat yang selamat dari bahaya dan kekurangan,dan dariMu segala keselamatan,selalu bertambah keagungan dan kemulyaanMu, wahai dzat yang Maha Agung lagi Maha pemurah atas kebaikan.

. وَفِى رِوَايَةِ ابْنِ نُمَيْرٍ
Dan dalam riwayat Ibn Numair

« يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ ».
menurut Al-Mubarokfury ( tuhfatul ahwadzy vol 2 h.166) hal itu hanya terkadang saja, sebab riwayat yang lain menetapkan bacaan yang lebih dari itu.

Al-Tabarany dalam musnad syamiyin (hadis 23 ) meriwayatkan:

إن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال :
من قال بعد صلاة الصبح وهو ثان رجله قبل أن يتكلم لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد يحيي ويميت بيده الخير وهو على كل شيء قدير عشر مرات كتب له بكل مرة عشر حسنات ومحي عنه عشر سيئات ورفع له عشر درجات وكن له في يومه ذلك حرزا من كل مكروه وحرزا من الشيطان وكان له بكل مرة عتق رقبة من ولد إسماعيل ثمن كل رقبة اثنا عشر ألفا ولم يلحقه يومئذ ذنب إلا الشرك بالله ومن قال ذلك بعد صلاة المغرب كان له مثل ذلك


اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ dan jika langsung berdiri, dikhawatirkan tidak termasuk dalam doa malaikat ( al Fawakih al-Dawani vol 1,h.214)

Imam abu dawud meriwayat kan ( hadis:469 )


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الْمَلاَئِكَةُ تُصَلِّى عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِى مُصَلاَّهُ الَّذِى صَلَّى فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ أَوْ يَقُمِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ ».
Dari abi hurairah ra.bahwa Rasulullah saw bersabda: malaikat memintakan ampunan pada seseorang diantara kamu sekalian selama ia masih di tempat solatnya selagi belum batal atau berdiri seraya berdoa Ya Allah ampunilah ia dan kasih sayangilah.dia.

Al-Tabarany dalam musnad syamiyin (hadis 23 ) meriwayatkan:

إن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال :
من قال بعد صلاة الصبح وهو ثان رجله قبل أن يتكلم لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد يحيي ويميت بيده الخير وهو على كل شيء قدير عشر مرات كتب له بكل مرة عشر حسنات ومحي عنه عشر سيئات ورفع له عشر درجات وكن له في يومه ذلك حرزا من كل مكروه وحرزا من الشيطان وكان له بكل مرة عتق رقبة من ولد إسماعيل ثمن كل رقبة اثنا عشر ألفا ولم يلحقه يومئذ ذنب إلا الشرك بالله ومن قال ذلك بعد صلاة المغرب كان له مثل ذلك


Syekh Zainuddin al-Malaibari dalam fathul muinnya mengatakan bagi imam setelah solat yang lebih utama adalah menghadap kekanan,meskipun ketika berdoa, ini kalau tidak dimasjid Nabawi kalau di masji nabawi, imam menghadap kiri ( arah hujratun Nabawi ) melaksanakan adab , ini menurut jamal al- Ramli, tapi menurut Ibnu hajar al-Haitami tetap menghadap kanan .al-Damiri juga mengecualikan ketika menghadap ka’bah maka imam tetap menghadapnya,( bakri syatho,Ianatut tholibin )
Al-Tabarany dalam musnad syamiyin (hadis 23 ) meriwayatkan:

إن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال :
من قال بعد صلاة الصبح وهو ثان رجله قبل أن يتكلم لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد يحيي ويميت بيده الخير وهو على كل شيء قدير عشر مرات كتب له بكل مرة عشر حسنات ومحي عنه عشر سيئات ورفع له عشر درجات وكن له في يومه ذلك حرزا من كل مكروه وحرزا من الشيطان وكان له بكل مرة عتق رقبة من ولد إسماعيل ثمن كل رقبة اثنا عشر ألفا ولم يلحقه يومئذ ذنب إلا الشرك بالله ومن قال ذلك بعد صلاة المغرب كان له مثل ذلك

Tidak ada komentar:

Posting Komentar